Saturday

10 Kisah Seram Kapal Hantu yang Bergentayangan di Lautan

One web id — Cerita Kapal Hantu merupakan salah satu kisah yang sangat menarik untuk dibahas. Diperkirakan, sudah banyak buku ditulis dengan mengangkat cerita legenda dari kapal-kapal hantu ini. Tak tanggung-tanggung, bahkan dalam film Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest (2006) dan Pirates of the Caribbean: At World’s End (2007) kapal hantu ini juga ikut dimunculkan. 
10 Kisah Seram Kapal Hantu yang Bergentayangan di Lautan

Akan tetapi, entah nyata atau tidaknya kisah ini juga belum diketahui, atau mungkin masih sama dengan legenda-legenda lainnya yang dianggap hanya sebatas cerita karangan ataupun dongeng turun-temurun. Konon kapal-kapal hantu ini bergentayangan di lautan dan masih sering terlihat oleh para pelaut. Berikut cerita tentang beberapa kapal hantu yang menghuni di beberapa perairan di dunia seperti dipantau langsung dari Wikipedia.

1. The SS Valencia
SS Valencia merupakan kapal yang tenggelam di lepas pantai Vancouver, British Columbia pada tahun 1906. Kapal itu dihantam cuaca buruk dan badai di dekat Cape Mendocino yang akhirnya hanyut lalu menabrak karang yang kemudian menyebabkan air mulai masuk ke dalam kapal. Beberapa awak kapal segera menurunkan sekoci, menyelamatkan sekitar 108 penumpang yang melompat ketika kapal mulai tenggelam, tetapi beberapa perahu sekoci terbalik karena terlalu banyak beban dan beberapa perahu sekoci yang lain menghilang. Valencia akhirnya tenggelam dan hanya 37 dari sekitar 180 orang di kapal selamat. Lima bulan kemudian, seorang nelayan mengklaim jika dia telah menemukan sekoci dengan 8 kerangka di dalam sebuah gua. Pencarian pun dikerahkan, tapi tidak menemukan apa pun. Valencia akhirnya menjadi kisah kapal hantu. Pelaut sering mengatakan mereka biasanya melihat hantu dari korban kapal Walencia melayang dekat karang di Pachena Point, dan sampai hari ini kapal ini sering menampakan wujudnya. Uniknya, 27 tahun setelah tenggelamnya Valencia salah satu sekoci ditemukan mengambang dengan tenang di dekat Barkley Sound. Dikatakan juga kalau kondisi rakit itu dalam keadaan baik-baik saja, dan bahkan masih terlihat warna cat aslinya.

2. The Ourang Medan
Dulunya, S.S. Ourang Medan merupakan kapal kargo Belanda yang menurut beberapa pengarang karam di perairan Selat Malaka setelah seluruh krunya tewas tanpa diketahui akibatnya. Muncul keraguan terhadap kebenaran cerita ini, bahkan muncul keraguan bahwa kapal ini tidak pernah ada, dan hanya berupa legenda. Referensi pertama mengenai insiden di kapal ini adalah pada Proceedings of the Merchant Marine Council Mei 1952. Catatan ini dipublikasi oleh United States Coast Guard. Catatan mengenai insiden kapal ini telah muncul dalam berbagai buku dan majalah, terutama di Forteana. Kebenaran peristiwa ini masih belum diketahui, dan catatan mengenai pembangunan dan sejarah kapal masih belum diketahui. Pencarian akan adanya pencatatan resmi mengenai kapal ini tidak membuahkan hasil. Menurut kisah, pada Juni 1947 (Gaddis dan catatan lainnya memperkirakan pada Februari 1948, dua kapal Amerika yang sedang berada di Selat Malaka, City of Baltimore dan Silver Star, di antara kapal-kapal lainnya, mendapat pesan dari kapal Belanda Ourang Medan. 

Operator radio pada kapal melaporkan kematian kapten kapal dan seluruh krunya, dan akhirnya ia mengatakan "Aku hampir mati". Ketika kru Silver Star berhasil menemukan kapal Ourang Medan, kapal ini penuh dengan mayat (termasuk mayat seekor anjing) yang terlihat tewas ketakutan. Tidak ada korban selamat atau luka pada orang yang tewas. Api tiba-tiba menjalar di kargo kapal, sehingga tim itu segera melarikan diri dari Ourang Medan, dan tidak ada investigasi lebih lanjut. Selanjutnya, Ourang Medan terlihat meledak dan tenggelam. Sebetulnya, beberapa dugaan dari kisah Medan Ourang masih banyak diperdebatkan. Ada beberapa teori yang diusulkan mengenai apa yang mungkin telah menyebabkan kematian para awak kapal. Yang paling populer ini adalah bahwa kapal itu secara ilegal mengangkut nitrogliserin atau semacam obat ilegal saraf yang mematikan. Ada pula yang mengatakan kalau kapal itu menjadi korban serangan UFO dan tumbal dari sebuah acara paranormal.

3. The Baychimo
Salah satu kasus yang paling menakjubkan dari kehidupan nyata mengenai hantu kapal Baychimo, sebuah kapal kargo yang ditinggalkan dan dibiarkan mengapung di dekat laut Alaska selama hampir empat puluh tahun. Kapal ini dimiliki oleh Perusahaan Teluk Hudson, dan diluncurkan pada awal 1920-an dan digunakan untuk perdagangan pelts dan bulu dengan Inuit di utara Kanada. Namun di tahun 1931, Baychimo menjadi terperangkap dalam badai salju dekat Alaska, dan setelah banyak usaha yang dilakukan, para kru akhirnya diterbangkan keluar dari daerah ke tempat yang aman. Setelah badai salju reda, kapal berhasil melepaskan diri dari es, tapi kapal itu rusak parah dan ditinggalkan oleh Perusahaan Teluk Hudson, yang beranggapan kalau kapal itu tidak akan bisa bertahan di musim dingin yang akhirnya akan tenggelam. Herannya, Baychimo berhasil bertahan, dan selama 38 tahun, itu tetap terapung di perairan Alaska. Kapal menjadi semacam legenda setempat, dan sering terlihat mengambang tanpa tujuan di dekat paket es yang membeku oleh Eskimo dan kapal lain. Saat itu naik beberapa kali, akan tetapi kondisi cuaca selalu membuat menyelamatkan hampir mustahil. The Baychimo ini terakhir terlihat pada tahun 1969, sekali lagi membeku di dalam es dari Alaska, dan sejak itu menghilang. Bertahun-tahun lamanya kapal ini diyakini telah tenggelam. Namun baru-baru ini beberapa ekspedisi telah diluncurkan dalam pencarian kapal hantu yang diduga telah hampir 80 tahun berlayar tanpa awak itu.

4. The Joyita
The Joyita adalah perahu sewaan yang ditemukan ditinggalkan di Pasifik Selatan pada tahun 1955. Kala itu, kapal sedang mengangkut 25 penumpang dan awak, serta dalam perjalanan ke Kepulauan Tokelau. Kemudian sesuatu terjadi, yang kemudian dilaporkan jika Joyita yang seharusnya telah sampai di tujuan mendadak hilang. Upaya penyelamatan pun diluncurkan dan sebuah pencarian udara besar-besaran dilakukan, tetapi gagal menemukan kapal tersebut. Lima minggu kemudian kapal dagang melihat Joyita hanyut sekitar 600 mil dari tempat asalnya. Tidak ada tanda-tanda dari penumpang, kru, kargo, atau kehidupan. Kapal itu juga dalam keadaan rusak cukup parah pada satu sisi. Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang menemukan bahwa radio kapal disetel pada tanda bahaya universal, dan pencarian berikutnya dari geladak ditemukan tas dokter dan beberapa perban berdarah. Tak satu pun dari awak atau penumpang yang pernah terlihat lagi, dan misteri dari apa yang terjadi belum pernah terungkap. Namun teori yang paling populer adalah bajak laut telah membunuh para penumpang dan melemparkan tubuh mereka ke laut. Sampai saat ini tidak ada yang dapat menjelaskan kehilangan anak kapal dan kargo kapal tersebut.

5. The Mary Celeste
Mary Celeste merupakan kapal dua tiang jenis pengangkut kargo dan penumpang yang ditemukan di Samudra Atlantik tanpa awak dan terabaikan, meskipun terdapat fakta bahwa cuaca cerah serta mempunyai kru yang berpengalaman. Mary Celeste adalah kapal dagang yang ditemukan terapung-apung di Samudera Atlantik pada tahun 1872. Kapal itu dalam kondisi layak berlayar, dengan semua layar masih terjaga Kapal tersebut berada di lautan selama enam bulan lamanya namun persediaan makanan di dalamnya tetap utuh. Muatan barangnya terlihat tak tersentuh dan barang-barang pribadi milik penumpang serta kru tetap berada di tempatnya, termasuk barang-barang berharga. Para kru tak pernah terlihat ataupun terdengar lagi. Menghilangnya mereka sering disebut-sebut sebagai misteri bahari terbesar sepanjang peradaban manusia di bumi. Sejumlah teori telah diutarakan mengenai kemungkinan hilangnya kru Mary Celeste. Ada yang mengatakan kalau mereka tewas akibat puting beliung, awak yang memberontak, atau bahkan makan tepung yang terkontaminasi dengan jamur yang membuat mereka berhalusinasi dan menjadi gila dan kemudian mati. Mary Celeste sering digambarkan sebagai prototipe kapal hantu sejak ditemukan terlantar tanpa penjelasan yang nyata dan namanya menjadi sinonim dalam budaya modern untuk kejadian yang sama.

6. The Flying Dutchman
Dari semua legenda kapal hantu yang ada, Flying Dutchman telah mengilhami banyak lukisan, cerita horor, film, dan bahkan sebuah opera. Kapal pertama kali disebutkan pada akhir 1700-an. Menurut cerita rakyat, The Flying Dutchman merupakan kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan, kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer. Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).

Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke (versi lain menyebut kapten “Ramhout Van Dam” atau “Van der Decken”) mengarungi lautan dari Holland ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa. Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai kecepatan tadi. Namun ditengah pelayarannya menuju Cape of God Hope tiba-tiba cuaca buruk, sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan . Tetapi sang kapten tidak mau, lalu dia berkata “aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai kota tujuanku, atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya” Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan alam. Dan terkutuklah selama-lamanya Sang Kapten bersama para anak kapalnya itu menjadi jasad hidup dan berlayar di tujuh lautan untuk selama-lamanya. Konon, Kapal tersebut dikutuk untuk melayari 7 samudera sampai akhir zaman. lalu cerita itu menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.

Selain itu, mitos akhir-akhir ini juga mengisahkan apabila suatu kapal modern melihat kapal hantu ini dan awak kapal modern memberi signal, maka kapal modern itu akan tenggelam atau celaka. Bagi seorang pelaut, pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu The Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka dan konon katanya hanya ada suatu cara untuk menghindar dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut, yaitu dengan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal mereka sebagai perlindungan. Selama berabad-abad lamanya legenda The Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel The Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini. Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.

7. The Caleuche
Menurut Legenda Chili, Caleuche adalah kapal hantu besar yang berlayar di sekitar Chiloe (sebuah pulau kecil di lepas pantai Chili) di malam hari. Caleuche dikatakan sebagai makhluk yang sadar dan hidup. Kapal ini muncul sebagai kapal yang layarnya putih yang indah dan cerah, dengan 3 tiang dari 5 layar masing-masing, selalu penuh dengan lampu dan dengan suara pesta di kapal, tapi dengan cepat menghilang lagi, tanpa meninggalkan bukti kehadirannya. Konon, kapal hantu ini juga dapat bernavigasi di bawah air, seperti kapal hantu lain, yaitu Flying Dutchman. Beberapa mitos mengklaim bahwa kapal itu diawaki oleh orang yang tenggelam, yang dibawa ke kapal oleh tiga tokoh mitologi Chilote, dua saudara perempuan: sirena Chilota (sejenis duyung) dan Pincoya dan saudara mereka Pincoy. Setelah naik ke kapal, kematian mereka dapat melanjutkan keberadaan mereka seolah-olah mereka hidup kembali. 

Selain itu, cerita rakyat chiloé juga mengatakan bahwa si jahat Brujo Chilote (sejenis penyihir) sering mengunjungi pesta, yang mereka mencapai oleh memanggil caballo marino chilote ajaib (makhluk mitos mirip dengan kuda air). Krunya juga terdiri dari nelayan dan pelaut yang diculik untuk dijadikan budak setelah berubah menjadi makhluk yang sangat mirip dengan Invunche (makhluk mitologi Chilote). Sementara di dalam Fiksi dan Seni Dalam Alastair Reynolds Chasm City, Caleuche adalah nama yang diberikan untuk kapal yang mengikuti di belakang armada kapal koloni yang seharusnya tidak berada di sana dan tidak pernah merespon upaya komunikasi. Tatkala protagonis mengambil sebuah pesawat angkasa untuk mengunjungi kapal hantu ia menemukan bahwa itu benar-benar ruang-faring makhluk alien yang telah berasumsi untuk tampil dalam salah satu kapal armada dan mencoba untuk bersembunyi di antara mereka dari yang musuh sendiri. Caleuche juga ditampilkan dalam novel dan film mendatang oleh penulis Chili, Madeleine Petit menyebut "Caleuche", dalam legenda kapal telah diadaptasi. Tujuan dari kedua buku dan film adalah untuk membuat legenda ini dikenal di seluruh dunia. Film lain yang menampilkan Caleuche adalah "The Ship of Fools". 

8. The Carroll A. Deering
Ada kemungkinan yang paling terkenal dari kapal hantu di pesisir Timur adalah Carroll A. Deering, sebuah kapal yang kandas di dekat Tanjung Hatteras, North Carolina pada tahun 1921. Kapal baru saja kembali dari perjalanan komersial untuk mengirim batubara ke Amerika Selatan, dan itu terakhir kali terlihat di selatan Hatteras oleh sebuah kapal suar di dekat Cape Lookout. Kemudian kapal itu kandas di Diamond Shoals, sebuah wilayah yang terkenal karena menyebabkan banyak kapal karam, dan terjebak di sana selama beberapa hari sebelum bantuan bisa mencapainya. Pada saat bantuan tiba, Coast Guard menemukan bahwa kapal itu telah kosong. Peralatan navigasi dan buku catatan hilang, dan juga dua sekoci, dan tidak ada tanda-tanda apapun. Sebuah penyelidikan besar-besaran dilakukan oleh pemerintah AS, yang menemukan bahwa beberapa kapal lainnya telah menghilang secara misterius pada waktu yang sama. Namun dari sekian teori yang diutarakan, yang paling masuk akal adalah bahwa kapal itu menjadi korban bajak laut. Namun ada pula yang beranggapan telah terjadi pemberontakan, karena diduga banyak yang memusuhi sang Kapten, tapi tidak ada bukti yang ditemukan. Misteri kapal hantu yang mengelilingi telah mendorong banyak spekulasi bahkan paranormal dituding ikut bertanggung jawab atas hilangnya para kru kapal ini.

9. The Octavius
Kisah tentang Octavius masih saja menjadi salah satu yang paling terkenal dari semua cerita kapal hantu. Cerita ini berawal pada tahun 1775, ketika dikatakan bahwa sebuah kapal penangkap ikan paus yang disebut Herald tidak sengaja menemukan Octavius mengambang tanpa tujuan di lepas pantai Greenland. Awak kapal dari Herald naik Octavius, di mana mereka menemukan tubuh para awak dan penumpang semua beku oleh dinginnya suhu Artik. Namun yang membuat semua heran adalah ketika para kru Herald menemukan kapten kapal masih duduk di mejanya, tengah menyelesaikan sebuah entri log dari tahun 1762, yang berarti Octavius telah terapung selama 13 tahun. Menurut dugaan, sang kapten dari kapal Oktavius ingin membuat kapal cepat kembali ke Inggris dari Timur melalui Northwest Passage, tetapi malangnya kapal justru terperangkap di dalam es. Jika benar, ini berarti Octavius telah berlayar dari perairan Atlantik sebagai kapal tanpa awak, karena para awak dan kapten telah membeku. Sementara cerita lain menuturkan bahwa selama jeda waktu tersebut Kapal tersebut hanya terombang-ambing di lautan, setelah penemuan kapal tersebut hingga kini tersiar kabar banyak kapal-kapal penangkap ikan melihat penampakan The Octavius di Lautan Arktik, tapi setelah didekati kapal tersebut justru mendadak menghilang di dalam kabut.

10. The Lady Lovibond
Kisah mengenai kapal ini berawal pada tanggal 12 Februari 1748. Hari itu merupakan hari yang bersejarah bagi Kapten Simon Reed ( dalam kisah lain disebutkan sebagai Simon Peel ). Kapten Simon Reed merupakan kapten dari kapal bertiang tiga Lady Luvibond. Pada tanggal 12 Februari 1748 tersebut, Kapten Simon Reed hendak mengadakan pesta pernikahan diatas kapal Lady Luvibond dengan pujaan hatinya bernama Annette. Selain itu, seorang temannya yang bernama John Rivers juga berada di kapal itu sebagai saksi pernikahan mereka. Namun, tanpa diketahui oleh kedua pasangan yang berbahagia tersebut, John memendam rasa cemburu terhadap pasangan yang baru saja menikah tersebut dan ia sangat tersiksa dengan perasaannya itu. John merasa sangat sakit hati dan merencanakan sesuatu untuk merusak hari pernikahan mereka. Tanpa menyadari bahaya yang sedang direncanakan oleh John, Kapten Simon mengatur semua keperluan untuk mengadakan pesta dan perjalanan ke Oporto, Portugal bersama pujaan hatinya dan para tamu undangan pada hari berikutnya. Ia sempat berada dibelakang kemudi untuk memimpin pelayaran, namun tak berapa lama kemudian, ia menyerahkan tugas tersebut kepada salah satu juru mudinya karena ia harus turun ke dek bawah untuk bergabung dengan para tamu lainnya.

Tanpa sepengetahuan sang kapten, John Rivers yang dibakar api cemburu bergegas naik ke ruang kemudi, menyingkirkan juru kemudi kapal, dan mengambil alih kemudi kapal Lady Lovibund. Setelah mengambil alih kemudi, John lantas mengarahkan kapal menuju Goodwin Sands, yaitu sebuah zona berbahaya yang ada di dekat wilayah town of Deal. Zona tersebut dikenal sebagai kuburan kapal karena banyak kapal yang karam di daerah tersebut, meskipun tidak ada penjelasan mengenai penyebab kapal-kapal tersebut karam di wilayah itu, tapi banyak yang percaya jika di wilayah itu banyak terdapat karang yang berbahaya bagi jalur pelayaran kapal. Singkat cerita, para penumpang yang tengah berpesta diatas kapal tidak mengetahui jika kapal yang mereka tumpangi akan karam, dan benar saja, tidak lama kemudian, kapal Lady Luvibond karam pada tanggal 13 Februari 1748 dan menewaskan seluruh penumpangnya.

Usut punya usut ternyata, kisah mengenai kapal ini tidak berhenti sampai disini. Pasalnya 50 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 13 Februari 1798, seorang kapten kapal Edenbridge melaporkan bahwa kapalnya hampir bertabrakan dengan sebuah kapal layar bertiang tiga. Ketika kapal misterius tersebut melintas, ia mendengar musik yang biasanya terdengar saat hari pernikahan. Bukan hanya sang kapten Edenbridge yang melihatnya, namun seorang nelayan setempat mengaku juga telah meihat kapal itu. Kemudian pada tanggal 13 Februari 1848 dan 1849, beberaa penduduk setempat menyaksikan sebuah kapal layar bertiang tiga sedang berlayar, namun menuju kearah tepi pantai. Ketika mereka mengira bahwa kapal tersebut akan menabrak, tiba - tiba kapal itu hilang entah kemana. Setelah itu, penampakan mengenai kapal hantu ini jarang terjadi. Beberapa saksi mata yang pernah melihatnya mengatakan jika penyebabnya adalah semakin banyak orang yang datang untuk menyaksikannya, sehingga kapal hantu tersebut tidak muncul, seperti yang terjadi pada tahun 1998, dimana ratusan orang dari berbagai negara datang untuk menyaksikan penampakan kapal hantu bertiang tiga tersebut di pantai tenggara Inggris, namun sayangnya kapal hantu tersebut ndak muncul.

Namun hingga saat ini, kisah mengenai kapal hantu lady Luvibond memang masih menjadi misteri. Mengenai kebenaran kisah ini, tak ada yang tau secara pasti, yang jelas ada sesuatu yang menarik dalam kisah penampakan kapal hantu ini, yaitu penampakannya selalu terjadi pada tanggal 13 Februari, dimana pada tanggal tersebut kapal ini karam di wilayah Goodwin Sands. Menurutmu, apakah benar kapal hantu tersebut benar-benar ada?

No comments:

Post a Comment