Monday

10 Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi Sebelum Usia Menjelang Senja

10 Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi Sebelum Usia Menjelang Senja
One web id — Historical sites atau situs sejarah memang menarik untuk diketahui. Jika ingin menggali lebih dalam tentang sejarah lokal di suatu daerah, maka sepuluh situs sejarah ini perlu untuk Anda kunjungi. Bukan tanpa sebab, karena mereka menawarkan banyak pengetahuan tentang peradaban manusia dan sejarah lokal yang menyelubunginya. Berikut ini ada sepuluh situs sejarah yang patut ada dalam daftar kunjungan wisata sejarah. Dari pada penasaran, mari kita simak bersama-sama.

1. Patung raksasa Genghis Khan
Genghis Khan adalah prajurit Mongol yang berhasil menaklukkan hampir setengah dari dunia dan sangat dikenal pada abad ke-13. Dia dikenang karena kebrutalan dan kesadisannya dalam menaklukkan daerah jajahan, yang kabarnya telah menyebabkan kematian empat puluh juta orang pasa masa itu. Meski demikian, bagi bangsa Mongol, ia adalah seorang pahlawan nasional dan sekaligus simbol budaya Mongol. Kala itu, Genghis Khan juga berhasil mendirikan Kekaisaran Mongol, menghidupkan kembali Jalan Sutra, menyatukan suku-suku Mongol yang dulunya berperang dan memperkuat posisi Mongolia di peta dunia.

Pada tahun 2008, patung raksasa yang menggambarkan sosok Genghis Khan yang sedang menunggang kuda didirikan di tepi Sungai Tuul di Tsonjin Boldog, 54 km sebelah timur dari ibukota Mongolia, Ulan Bator, di mana menurut legenda, dia menemukan cambuk emas legendarisnya. Patung setinggi 40 meter itu dibungkus oleh 250 ton stainless steel yang berkilauan. Patung ini pun menghadap ke timur sebagai simbol tempat kelahiran Genghis Khan. 

2. Meoto Iwa
Selain dijuluki batu kawin, Meoto Iwa juga dikenal sebagai batu suami-istri. Meoto Iwa adalah sepasang tumpukan batu kecil yang berada di laut, tepat di depan Kuil Futami Okitama-jinja di Teluk Futami, Jepang. Menurut keyakinan penganut Shinto, kedua batu ini mewakili persatuan pencipta Kami (roh), yang kemudian dipakai untuk merayakan persatuan pria dan wanita dalam sebuah pernikahan. Batu yang lebih besar dinamakan Izanagi. Dia disimbolkan sebagai suami, dan menjulang setinggi 9 meter dengan keliling sekitar 40 meter. Izanagi memiliki sebuah gerbang torii Shinto berukuran kecil di puncaknya. Di sebelah kanannya, terdapat sebuah batu yang berukuran lebih kecil bernama Izanami. Batu yang memiliki tinggi 3,6 meter dan keliling 9 meter ini adalah "istri" dari Izanagi. 

Untuk "menikahkan" mereka, seperti dilansir situs Merdeka, maka kedua batu itu dipasangi sebuah tali suci yang sering dijumpai di kuil-kuil Shinto dan tempat-tempat suci lainnya di Jepang. Tali tersebut terbuat dari batang padi yang dikepang, yang biasa disebut shimenawa. Dengan berat hampir satu ton, tali tersebut diganti secara berkala, dalam sebuah upacara khusus yang diadakan tiga kali dalam setahun, pada bulan Mei, September dan Desember. Selama upacara tersebut berlangsung, warga desa setempat akan membuat lima tali baru yang masing-masing berdiameter 2,5 cm dan memiliki panjang 35 meter. Sampai kini, Meoto Iwa tetap dianggap sebagai tempat suci untuk pernikahan, sehingga beberapa pasangan sering datang kemari untuk berdoa agar pernikahan mereka selalu kuat dan abadi.

3. Kuil tikus
Setiap situs bersejarah memiliki keunikannya masing-masing. Salah satu di antaranya adalah Karni Mata. Karni Mata adalah sebuah kuil Hindu yang dibangun oleh Maharajah Ganga Singh pada awal tahun 1900. Kuil ini berada di Deshnoke, 30 km dari Bikaner, di Rajasthan, India. Ini dibangun sebagai wujud penghormatan kepada dewi tikus. Aspek inilah yang membuat Karni Mata menjadi sangat istimewa. Kuil ini menjadi rumah bagi lebih dari 20.000 tikus yang disucikan. Legenda di balik berdirinya kuil ini bermula dari kisah seorang wanita dari abad ke-14 bernama Karni Mata.

Dia dipuja sebagai inkarnasi dari Dewi Durga oleh pengikutnya. Kemudian suatu ketika, salah satu anak dari sukunya meninggal dan Karni berusaha untuk menghidupkannya kembali. Sayangnya, Yama (dewa kematian) mengatakan bahwa dia sudah bereinkarnasi menjadi seekor tikus. Mendengar itu, Karni membuat kesepakatan dengan Yama, bahwa semua klannya yang meninggal akan bereinkarnasi menjadi tikus, sampai mereka siap untuk dilahirkan kembali ke dalam sukunya. Demikian seperti dikutip dari Odditycentral, 

4. Piramid dan Sphinx
Mesir tetap mempunyai daya tarik. Pasalnya, negara ini memiliki peninggalan sejarah dunia dan tempat-tempat pariwisata yang memukau. Bisa dipastikan, hampir semua wilayah di Mesir mempunyai nilai sejarah. Piramid dan Sphinx merupakan adalah daftar tujuan wisata Mesir ini tentu tidak bisa mewakili apa yang dimiliki Mesir sesungguhnya. Biasanya Anda akan langsung teringat Piramida dan patung Sphinx saat mendengar kata Mesir. Sebetulnya masih banyak destinasi wisata di Mesir yang tak kalah menakjubkan dibanding makam raja dan patung singa berkepala manusia yang menjadi salah satu dari tujuh Keajaiban Dunia. Meskipun begitu, Piramid dan Sphinx merupakan destinasi yang wajib ada dalam daftar wisata Anda.

Terletak di Timur Tengah, Mesir merupakan negara dengan dinasti yang tertua di dunia, sebelum ada bangsa China dan bangsa lainnya. Peradaban Mesir telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu sehingga banyak orang yang mengatakan bahwa setiap jengkal tanah di Mesir menyimpan peristiwa sejarah tersendiri. Ada lebih dari 80 piramid di Mesir, dan piramida yang terbesar adalah Piramida Agung Giza dan Sphinx Agung adalah shpinx yang terbesar. Di dalam piramida terdapat mumi atau jasad raja-raja yang diawetkan, sedangkan sphinx adalah patung singa berkepala manusia. Piramida dan sphinx di Mesir membuktikan struktur buatan manusia yang tertinggi di dunia yang menyimpan banyak misteri.

5. Situs rumah Khadijah
Makkah lekat dengan sejarah awal peradaban Islam. Di kota yang terletak di Arab Saudi ini pun banyak situs dan bangunan yang menjadi saksi bisu perjuangan Islam dan tokoh-tokoh penting di dalamnya. Situs dan bangunan penuh nilai historis ini, menurut para ahli, perlu dilindungi. Para ahli sejarah, telah memberikan rekomendasi bagi pemerintah Arab Saudi, untuk melindungi situs-situs bersejarah dan masjid-masjid di Kota Makkah, karena besarnya nilai historis Islam didalamnya. Salah satu ahli dalam bidang sejarah, Talal Al-Sharif, mengatakan bangunan dan masjid di Makkah sarat dengan nilai sejarah. “Bangunan tersebut, misalnya rumah Siti Khadijah, istri pertama Muhammad SAW, dibangun dari zaman dinasti Ummayah,” katanya, seperti dilansir arabnews.

Situs rumah Khadijah ini, berada didekat bukit Marwah, yang biasa ramai dikunjungi oleh jamaah haji dan umrah. Menurutnya, seharusnya situs ini dilindungi dan dijadikan situs arkeologi, serta tidak dijadikan tempat biasa lagi. “Seharusnya dibuat pintu masuk khusus dan diberi nama sebagai rumah Rasulullah,” ujarnya. Menurutnya, posisi Masjid Al Baiah ini adalah sebagai jembatan bagi hubungan antar suku saat pengenalan Islam dulu. Letaknya ada di dalam lembah diantara pegunungan-pegunungan, yang dikenal dengan nama lembah Al Ansar. Masjid ini lekat dengan sejarah yang tak ternilai, karena menjadi saksi penyebaran Islam.

Kini, pemerintah Arab Saudi berencana untuk membongkar masjid bersejarah ini. Alasannya adalah untuk memperluas areal jumrah bagi jamaah haji. Rencana pembongkaran situs bersejarah ini jelas ditentang oleh para ahli sejarah. Jika situs-situs bersejarah ini tidak dilindungi, mungkin nanti anak cucu kita tak lagi bisa melihat dengan mata kepala sendiri bangunan yang menjadi saksi perjuangan penyebaran Islam. Hanya bisa menikmati bangunan yang menjadi saksi-saksi bisu sejarah tersebut dari gambar dan cerita.

6. Petra 
Terletak ditengah-tengah antara Teluk Aqaba dan Laut Mati pada ketinggian kurang lebih 800 hingga 1.396 meter diatas permukaan laut, di sebuah lembah dari sebuah pegunungan Edom, sebelah timur dari lembah Arabah. Saat ini ia terletak kurang lebih 200 km arah selatan dari ibu kota Yordania, Amman yang dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dengan berkendaraan mobil. Lokasi dari Petra, tersembunyi di antara bebatuan dan tebing bertingkat dengan pasokan air yang sangat baik, menjadikannya tempat ideal untuk sebuah kota mandiri. Tempat tersebut hanya bisa dikunjungi melalui celah sempit di pegunungan dari arah barat daya atau timur melalui sebuah canyon dengan panjang kurang lebih 1,5 kilometer dan kedalaman 200 meter, yang disebut dengan Siq, sebagai akses utama, yang merupakan celah sangat sempit, dengan lebar hanya 2 meter.

Plinius yang Tua dan para penulis lainnya, menyatakan bahwa Petra adalah ibu kota dari Nabath, dan pusat dari perdagangan dengan mempergunakan karavan. Terdiri dari dinding batu dengan sistem pengairan yang baik, Petra tidak hanya memiliki banyak keuntungan sebagai benteng, tetapi ia juga mengontrol rute perdagangan utama yang melewati Gaza di Barat, ke Bushra dan Damaskus di Utara, ke Aqaba di Laut Merah, dan sepanjang gurun hingga ke Teluk Persia. Tempat ini terkenal dengan bangunan arsitektur yang dipahat pada bebatuan serta sistem pengairannya. Saat Anda berkunjung ke Yordania, tak lengkap rasanya jika tidak menapakan kaki di Petra yang merupakan sebuah situs arkeologikal di Ma'an.

7. Angkor Wat
Nama Angkor Wat pastilah sering mampir di telinga para traveler dunia. Tapi memang tidak ada yang mengalahkan keindahan matahari terbenam di salah satu situs sejarah terbesar di dunia itu. Angkor Wat juga sangat luas dan megah sampai-sampai rasanya tidak cukup satu hari untuk bisa mengelilingi kompleks candi ini dengan utuh. Bepergian adalah cara seseorang untuk melepas penat dan untuk melihat dunia lebih luas lagi. Ditengah himpitan kesibukan pekerjaan, beban rumah tangga dan hiruk pikuk ibukota, berlibur adalah cara paling ampuh untuk menenangkan diri dan meninggalkan rutinitas dan lantas kembali dengan energi dan semangat baru.

Menentukan tempat tujuan untuk traveling mungkin adalah bagian termudah. Tapi tempat ini tercatat sebagai lokasi-lokasi terbaik yang sepertinya sayang untuk dilewatkan jika Anda adalah seorang penjelajah dunia sejati. Bahkan, rasanya tak lengkap jika belum berkunjung ke Angkor Wat sebelum usia menjelang senja. Umur manusia tidak ada yang bisa menebak, sebisa mungkin harus bepergian dan melihat dunia. Ini merupakan salah satu referensi, destinasi tujuan wisata yang harus dikunjungi sebelum Anda meninggal dunia versi IBTimes.

8. Lion City
Berada jauh di bawah air biru yang tenang, penyelam diajak menelusuri sebuah runtuhan kota kuno di Danau Qiandao di China. Beberapa orang masih menganggap bahwa tempat misterius ini hanya sebatas mitos semata. Namun, kota kuno yang dikenal sebagai Lion City tersebut benar-benar ada. Qiandao adalah sebuah danau buatan yang terletak di Chun'an County, China, yang juga dikenal sebagai Thousand Island Lake. Qiandao awalnya adalah sebuah lembah yang dibuat danau untuk proyek dam Sungai Xin'an pada tahun 1959.

Kemudian pada tahun 2001, para arkeolog menemukan reruntuhan sebuah kota kuno di bawah air yang terletak di danau buatan tersebut. Sisa reruntuhan itu dikenal sebagai Shi Cheng atau Lion City, karena berada tepat di kaki Gunung Wu Shi atau juga disebut Gunung Lima Singa. Monumen kuno Lion City dibangun lebih dari 1.300 tahun yang lalu, beberapa ukiran batu masih dalam kondisi masih utuh. Terletak pada kedalaman 26 dan 40 meter di bawah permukaan laut, sebuah perusahaan diving lokal saat ini menawarkan layanan penyelaman akhir pekan untuk menjelajahi kota kuno tersebut.

9. Cenote di Semenanjung Yucatan di Meksiko
Cenote adalah lubang-lubang yang terbentuk secara alami akibat runtuhnya batuan kapur yang kemudian mengekspos bagian bawah tanah. Fenomena alam ini dapat ditemukan di Semenanjung Yucatan di Meksiko, yang mengandung batuan kapur berpori. Selama jutaan tahun, curah hujan perlahan mengikis batuan kapur di gua-gua bawah tanah. Lantas, banyak dari mereka yang kemudian terisi air hujan atau air bawah tanah. Ketika atap gua runtuh, cenote baru pun lahir. Ada sekitar 7.000 cenote di Semenanjung Yucatan.

Usut punya usut, cenote berasal dari bahasa Maya, dzonot atau ts'onot yang berarti suci, dan kata ini memiliki arti besar bagi bangsa Maya. Selama musim kemarau panjang, cenote menjadi satu-satunya sumber mata air bagi bangsa Maya kala itu. Sebagai konsekuensinya, semua desa bangsa Maya dibangun di sekitar cenote, dalam rangka mengamankan pasokan air permanen. Demikian yang dilansir amusingplanet.

Selain menjadi satu-satu sumber mata air, bangsa Maya menganggap cenote sebagai portal untuk berkomunikasi dengan para dewa. Beberapa penelitian arkeologi telah menemukan bukti adanya upacara keagamaan yang dilakukan di atau sekitar cenote, termasuk upcara pengorbanan manusia. Kini beberapa cenote telah berubah menjadi semacam kolam renang umum. Salah satu cenote yang digunakan sebagai kolam renang umum saat ini adalah Cenote Zaci yang terletak di Valladolid. Cenote lain juga difungsikan sebagai atraksi wisata seperti Cenote San Ignacio di Chochola.

10. The Motherland Calls
 Ketika selesai dibangun pada akhir tahun 1960, patung Motherland terbesar di dunia ini dibuat dari beton setinggi 85 meter dengan berat sekitar 8.000 ton. Patung ini berlokasi di Mamayev Kurgan di Volgograd (dulunya Stalingrad), Rusia. Di sekitar bangunan ini, terdapat kompleks monumen memperingati Pertempuran Stalingrad (Agustus 1942 sampai Februari 1943). Pertempuran itu menjadi penentu kemenangan Soviet atas pasukan Axis di garda timur Perang Dunia II dan bisa disebut sebagai pertempuran paling berdarah dalam sejarah manusia. 

Monumen peringatan ini dibangun antara tahun 1959 dan 1967, dan dimahkotai oleh patung alegoris raksasa di bagian atas bukit. Monumen, yang dirancang oleh pematung Yevgeny Vuchetich ini, memiliki nama lengkap "The Motherland Calls!". Namun, monumen ini juga kerap dipanggil dengan sebutan Mother Motherland, Mother Motherland Is Calling, The Motherland, atau Monumen Mamayev. Motherland sempat dinyatakan sebagai patung terbesar di dunia pada tahun 1967. Selain Yevgeny, orang yang berjasa dalam pembangunan monumen nasional Rusia ini adalah insinyur sipil Nikolai Nikitin. 

No comments:

Post a Comment